AI · 13 September 2026
Juga diterbitkan dalam Français, Italiano, Nederlands, Português (Brasil), 中文, 日本語, ไทย, العربية, हिन्दी, Svenska, Türkçe, Deutsch, Español, Norsk, Polski, Русский
Salesforce Rilis Kerangka Kerja untuk Mengelola Ledakan Agen AI di Perusahaan
Salesforce mengumumkan kerangka kerja baru bernama Trusted Enterprise AI Harness untuk mengelola agen kecerdasan buatan secara terpusat di seluruh organisasi. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah yang disebut sebagai ledakan agen, yaitu situasi di mana agen dan platform orkestrasi bertambah cepat di setiap departemen sehingga sulit dikendalikan.
Kerangka kerja ini dirancang untuk memberikan kontrol terintegrasi atas data, model, perilaku agen, keamanan, dan tata kelola. Salesforce menyatakan bahwa perusahaan saat ini rata-rata menggunakan 3,1 platform kecerdasan buatan. Seiring dengan penyebaran agen ke berbagai aplikasi, lapisan kontrol yang konsisten menjadi kebutuhan utama untuk memastikan manajemen yang efektif.
Berbeda dengan kerangka kerja sebelumnya yang berfokus pada eksekusi agen tunggal, Trusted Enterprise AI Harness memperluas cakupan ke seluruh perusahaan. Sistem ini menghubungkan data, metadata, sistem makna bisnis, pengetahuan, dan riwayat percakapan agar dapat dipahami oleh kecerdasan buatan. Selain itu, aturan bisnis, kebijakan, dan keamanan diterapkan saat agen melakukan tindakan nyata di dalam sistem perusahaan.
Kerangka kerja ini terdiri dari enam komponen utama. Komponen pertama adalah Trusted Context, yang menggabungkan data pelanggan, sinyal real-time, dan memori untuk memberikan pemahaman komprehensif. Misalnya, saat pelanggan bertanya tentang pemrosesan pesanan, sistem tidak hanya melihat informasi pelanggan, tetapi juga persediaan, hak kontraktual, dan interaksi masa lalu. Komponen kedua, Trusted Agency, menyediakan fungsi penalaran, perencanaan, dan manajemen status, dengan menerapkan kontrol deterministik pada aturan bisnis yang wajib dipatuhi.
Tiga komponen lainnya meliputi Trusted Action, Trusted Governance, dan Trusted Security. Trusted Action menghubungkan kecerdasan buatan dengan aplikasi, antarmuka pemrograman aplikasi, dan alur kerja secara aman, memungkinkan agen untuk memesan persediaan atau mengubah pesanan. Trusted Governance mengelola silsilah dan kualitas data serta menerapkan pagar pengaman. Trusted Security menangani identitas, izin akses, dan perlindungan data pribadi untuk memastikan agen hanya mengakses informasi yang diizinkan.
Komponen keenam, Trusted Models, membantu perusahaan memilih model yang tepat berdasarkan akurasi, biaya, dan kebutuhan bisnis. Sistem ini melakukan penyaluran cerdas untuk mengurangi ketergantungan pada satu model tertentu. Semua komponen ini dikelola melalui AI Control Plane, yang memungkinkan perusahaan menemukan, mendaftarkan, dan mengelola siklus hidup agen, termasuk agen dari pihak ketiga. Perusahaan juga dapat mengevaluasi kinerja dan mengontrol biaya penggunaan.
Salesforce menekankan keterbukaan dengan memungkinkan integrasi agen dan model eksternal melalui protokol seperti MCP, antarmuka pemrograman aplikasi, dan plugin. Sistem ini dirancang untuk bekerja dengan berbagai platform kecerdasan buatan lainnya. Perusahaan berencana mengintegrasikan teknologi yang sudah ada ke dalam arsitektur yang dapat dikombinasikan. Pelanggan dapat menggunakan seluruh sistem atau memilih komponen tertentu untuk digabungkan dengan teknologi pihak ketiga.
Fokus utama lainnya adalah struktur kecerdasan majemuk, di mana interaksi antara manusia dan agen menghasilkan keputusan dan hasil yang memperkaya konteks perusahaan. Hal ini meningkatkan kualitas keputusan agen di masa depan. Salesforce menyatakan bahwa konteks unik perusahaan yang terakumulasi merupakan faktor diferensiasi jangka panjang. Sebagian besar teknologi dasar sudah tersedia, dan fitur baru serta pengalaman pengguna yang terintegrasi dijadwalkan diluncurkan pada awal tahun fiskal 2028. Rincian harga dan jalur peningkatan untuk pelanggan yang ada akan diumumkan mendekati peluncuran resmi.