Cloud · 15 Oktober 2026
Serangan drone Ukraina melumpuhkan pusat data Yandex dan menghentikan bot perayapannya
Raksasa teknologi Rusia, Yandex, mengalami gangguan operasional besar-besaran pada jaringan bot perayapannya setelah tiga serangan drone yang dilancarkan oleh pihak Ukraina menghantam fasilitas pusat data milik perusahaan tersebut. Insiden ini menyebabkan terbakarnya beberapa gedung server dan memaksa penghentian total layanan di beberapa lokasi strategis, yang secara drastis mengurangi kapasitas komputasi dan indeksasi web perusahaan.
Serangan pertama terjadi pada malam hari antara tanggal tujuh hingga delapan Oktober di wilayah Sasovo, yang terletak di tenggara Moskow. Kebakaran yang dipicu oleh serangan drone tersebut melumpuhkan sepenuhnya situs Yandex di lokasi itu, yang menampung puluhan ribu server dengan kapasitas listrik sebesar dua belas megawatt. Fasilitas ini juga menampung dua dari tiga superkomputer yang digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan YandexGPT. Menariknya, pusat data ini berbagi bangunan dengan sebuah pabrik peralatan mesin yang dikenai sanksi dan bekerja untuk industri militer.
Gelombang serangan berlanjut pada tanggal sembilan Oktober ketika beberapa modul di situs Kaluga mengalami kerusakan, diikuti oleh pengumuman resmi dari Yandex pada tanggal sebelas Oktober mengenai penghentian total operasi di pusat data Vladimir. Meskipun pejabat Ukraina tidak merinci operasi tersebut, pernyataan resmi menyebutkan bahwa tindakan ini merupakan respons balasan terhadap serangan Rusia yang menargetkan pusat data Ukraina sejak bulan September. Serangan bertahap ini menunjukkan koordinasi yang menyasar infrastruktur digital kritis.
Data pemantauan lalu lintas internet menunjukkan penurunan dramatis dalam aktivitas otomatis dari jaringan utama Yandex. Pengamatan terhadap permintaan HTTP otomatis mencatat bahwa lalu lintas turun menjadi lima puluh tujuh persen dari level normalnya segera setelah insiden Sasovo, sebelum akhirnya anjlok hingga nol koma empat persen dari puncak aktivitas dua minggu terakhir. Lembaga pemantauan konektivitas jaringan lain juga mengukur bahwa layanan komputasi awan Yandex hanya beroperasi pada tiga puluh persen dari kapasitas normal. Bot yang terdampak terutama adalah perayap yang bertugas mengindeks web untuk mesin pencari dan memberikan daya pada asisten virtual Alice.
Dampak nyata dari gangguan ini terasa signifikan di dalam negeri Rusia, meskipun dampaknya minimal di wilayah lain. Situs web kereta api Rusia, operator telekomunikasi MegaFon, dan berbagai media yang diinangkan di Sasovo mengalami gangguan layanan. Layanan penyimpanan Yandex Disk dan Yandex Documents juga terdampak oleh insiden ini. Di pasar modal, harga saham perusahaan tersebut tercatat kehilangan sekitar empat persen nilainya di Bursa Moskow sebagai reaksi langsung terhadap berita kerusakan infrastruktur ini.
Perusahaan mengakui bahwa sangat sulit untuk memprediksi kapan peralatan yang rusak dapat kembali beroperasi. Tantangan utama dalam proses pemulihan adalah sanksi Barat yang mempersulit penggantian komponen chip canggih yang hancur akibat kebakaran. Dengan hanya dua situs besar yang masih berdiri di wilayah Moskow, manajemen Yandex kini dihadapkan pada keputusan sulit mengenai prioritas layanan mana yang harus dijalankan menggunakan kapasitas komputasi yang tersisa. Tidak ada konfirmasi apakah penurunan aktivitas bot disebabkan semata-mata oleh kerusakan server atau merupakan keputusan strategis perusahaan untuk mengalihkan sumber daya yang sisa kepada layanan konsumen umum.