Keamanan · 17 September 2026
Juga diterbitkan dalam Português (Brasil), 日本語, 한국어, 中文, Deutsch, Italiano, עברית, हिन्दी, Français, Svenska, Norsk, Polski, Türkçe, Русский
Revolut Mengungkapkan Pelanggaran Data yang Mengekspos Informasi Keuangan dan Paspor
Perusahaan teknologi keuangan Revolut telah mengungkapkan terjadinya pelanggaran data setelah membagikan data dari sejumlah pelanggan yang tidak disebutkan jumlahnya kepada pelaku ancaman yang menyamar sebagai lembaga pemerintah.
Pelaku ancaman meminta informasi identitas pribadi melalui surat elektronik dengan menggunakan domain lembaga pemerintah. Revolut menyatakan bahwa permintaan tersebut dipenuhi karena komunikasi tersebut membawa kredensial autentikasi domain yang valid, sehingga perusahaan percaya bahwa itu adalah permintaan resmi dari lembaga pemerintah.
Data yang terungkap mencakup detail identitas seperti nama lengkap, tanggal lahir, dan pekerjaan, serta detail kontak yang terdiri dari alamat pos, alamat surat elektronik, dan nomor telepon. Selain itu, data verifikasi seperti salinan dokumen identitas berupa paspor atau surat izin mengemudi, serta gambar verifikasi wajah juga ikut terekspos.
Informasi yang bocor juga meliputi laporan rekening termasuk nomor IBAN, catatan penarikan, dan riwayat transaksi lengkap termasuk transaksi Bitcoin. Revolut menyatakan bahwa pelanggaran ini hanya memengaruhi sejumlah kecil pelanggan, meskipun perusahaan menolak memberikan angka pasti. Seorang penyelidik penipuan kripto menyebutkan bahwa serangan ini tampaknya ditargetkan pada pengguna dengan kekayaan bersih tinggi.
Setelah mendeteksi kejadian tersebut, Revolut segera memblokir alamat terkait dan memberi tahu lembaga pemerintah, lembaga penegak hukum, perlindungan data, serta regulator keuangan. Perusahaan menegaskan bahwa sistem Revolut dan dana pelanggan tidak terpengaruh.