Keamanan · 18 September 2026

Kritik Keamanan Ditemukan pada Kulak Bluetooth Murah

black and silver laptop computer
Aedrian Salazar / Unsplash

Sebuah celah keamanan kritis terdeteksi pada kulak Bluetooth murah, Skullcandy Dime 3, yang dapat menimbulkan risiko serius bagi pengguna. Pusat Koordinasi CERT di Carnegie Mellon University mengungkapkan bahwa perangkat ini bisa terhubung dengan perangkat asing tanpa memerlukan persetujuan pengguna.

Situasi ini memungkinkan pemilik earphone untuk kehilangan sambungan dan konten yang diputar dapat diambil alih. Setelah koneksi terjalin, perangkat hanya memberikan pemberitahuan suara yang menyatakan bahwa perangkat baru telah terhubung.

Celah keamanan ini juga memungkinkan akses ke mikrofon earphone, sehingga penyerang dapat merekam suara secara langsung tanpa sepengetahuan pengguna.

Celah ini dikenal sebagai CVE-2025-20701 dan bukan merupakan kesalahan perangkat lunak yang diproduksi langsung oleh Skullcandy. Masalah ini berasal dari chip sistem Bluetooth yang diproduksi oleh perusahaan Airoha yang berbasis di Taiwan.

Dennis Heinze dan Frieder Steinmetz dari perusahaan ERNW mengungkapkan celah ini pada konferensi TROOPERS di Heidelberg pada bulan Juni 2025. Meskipun Airoha telah merilis pembaruan SDK pada bulan yang sama, pemilik Dime 3 tidak memiliki solusi yang sama.

Berbagai lembaga memberikan penilaian berbeda mengenai tingkat keparahan celah ini. MediaTek memberikan nilai 6.7, sedangkan program pengayaan kerentanan CISA mengkategorikannya dengan nilai tinggi 8.8.

Skullcandy telah menyiapkan patch versi 1.0.0.30 untuk perangkat yang menggunakan versi 1.0.0.28, namun pembaruan ini hanya tersedia untuk earphone yang baru diproduksi. Pengguna saat ini tidak memiliki metode untuk memperbarui perangkat mereka, dan kurangnya dukungan aplikasi tambahan menjadikan celah ini permanen pada perangkat yang ada.