---
title: Revolut mengonfirmasi kebocoran data pelanggan akibat penipuan permintaan data darurat
url: https://www.dataloco.com/id/revolut-mengonfirmasi-kebocoran-data-pelanggan-akibat-penipuan-permintaan-data-darurat
published: 2026-09-13T04:25:00+00:00
language: id
section: Keamanan
source: https://www.cnbeta.com.tw/articles/tech/1577640.htm
organizations: Revolut
publisher: Dataloco
---

# Revolut mengonfirmasi kebocoran data pelanggan akibat penipuan permintaan data darurat

Perusahaan teknologi keuangan Revolut secara resmi mengonfirmasi bahwa sebagian data pribadi pelanggan telah bocor akibat serangan siber yang menggunakan permintaan data darurat palsu dari lembaga penegak hukum. Insiden ini terjadi ketika penyerang berhasil menipu proses verifikasi internal perusahaan. Pelanggan yang terdampak menerima notifikasi keamanan terkait kejadian ini.

Penyerang menggunakan surat, email, dan kredensial elektronik palsu yang meniru dokumen resmi dari pemerintah atau lembaga penegak hukum. Dokumen tersebut dikirimkan ke tim pemroses permintaan data di platform Revolut. Penampilan dan format dokumen palsu tersebut sangat meyakinkan sehingga memicu kesalahan penilaian oleh staf dukungan dan kepatuhan hukum internal. Akibatnya, staf tersebut memproses dan melepaskan data latar belakang akun sesuai prosedur yang berlaku, tanpa menyadari bahwa permintaan tersebut adalah penipuan.

Data yang bocor mencakup informasi identitas pribadi dasar dari pelanggan yang terdampak. Informasi ini meliputi nama lengkap, alamat email terdaftar, nomor telepon, serta sebagian riwayat transaksi dan metadata akun. Revolut menegaskan bahwa kredensial login, kata sandi, kode PIN dinamis, dan nomor kartu bank tidak terpengaruh. Aset dan dana pengguna di platform tetap dalam keadaan aman. Arsitektur enkripsi dasar sistem juga tidak mengalami pelanggaran teknis.

Setelah mekanisme keamanan internal mendeteksi pola aliran data yang tidak normal, Revolut segera mengaktifkan prosedur respons darurat. Perusahaan memutus rantai serangan terkait dan melakukan audit retrospektif menyeluruh terhadap semua permintaan bantuan penegak hukum yang tertunda maupun yang sudah terakumulasi di masa lalu. Revolut juga telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada regulator perlindungan data dan penegak hukum negara terkait. Perusahaan sedang bekerja sama dengan lembaga keamanan siber profesional untuk melacak entitas atau kelompok peretas di balik permintaan palsu tersebut.

Insiden ini menyoroti risiko serangan rekayasa sosial baru yang menargetkan jalur kepatuhan non-teknis yang menangani urusan hukum dan pemerintah, alih-alih menembus tembok pengaman teknis. Untuk mencegah kejadian serupa, Revolut menyatakan sedang merekonstruksi sistem tinjauan permintaan hukum secara menyeluruh. Perusahaan memperkenalkan mekanisme verifikasi offline multi-pihak yang lebih ketat dan meningkatkan proses verifikasi silang kredensial serta anti-penipuan otomatis. Langkah ini diambil untuk menghadapi serangan otorisasi pemerintah palsu yang semakin kompleks. Pengguna yang terdampak telah menerima notifikasi keamanan khusus. Perusahaan menyarankan agar pengguna terkait meningkatkan kewaspadaan dan waspada terhadap penipuan phishing atau SMS palsu yang mengatasnamakan layanan pelanggan resmi.

## This story in other languages

- [한국어](https://www.dataloco.com/ko/story)
- [ไทย](https://www.dataloco.com/th/story-2)
